Postingan

Ayah

Belum pernah sampai saat ini, aku menemukan sosok teladan seperti Ayah. Dari kecil, ada banyak hal tentang ayah yang selalu buat mataku berkaca-kaca tiap kali mengingatnya. Terutama tentang kesabarannya. Pernah suatu hari tepatnya saat aku duduk dibangku kelas 3/4 SD, Ibu sedang marah entah lupa karena apa dan di waktu yang sama ayah akan berangkat kerja. Saat itu pekerjaan ayah adalah tukang foto, bahasa kerennya fotografer. Beliau lagi diundang di acara ulang tahun. Ayah berinisiatif untuk mengajakku. Katanya, biar aku berani dan bisa bersosialisasi dengan orang banyak. Padahal itu bukan acara orang yang aku kenal dan pastinya akan bertemu dengan orang-orang asing. Tapi disitu tantangannya untu melatih keberanianku, ia bilang. Kembali ke Ibu yang sedang marah. Saat aku mau berangkat bersama ayah, ia meminta aku untuk pamit ke Ibu yang sedang ada di dapur. Padahal kondisi ibu saat itu sedang marah. Pastinya aku takut dan menolak permintaannya. Dan beliau bilang "Nak, semarah apap...

Kehidupan di Pesantren Itu Penuh Kebebasan!!

Dua tahun pertamaku kuliah, aku tinggal di kosan dalam satu kamar dengan seorang teman yang penuh dengan kesibukan. Tetangga kamarpun punya kesibukannya masing-masing. Aku merasa kesepian dan mulai mencari jawaban bagaimana agar aku tidak lagi dikondisi sekarang (saat itu). Temanku memberi saran, ternyata pindah ke pondok pesantren adalah satu-satunya jawaban. Awalnya aku dalam keraguan. Karena kata teman-teman suasana pesantren itu mengekang dan tak ada kebebasan. Eh siapa bilang? Ternyata disana lebih menyenangkan bahkan justru menemukan kebebasan. Kebebasan untuk mengasah skill , kebebasan untuk belajar, berteman dengan siapa saja, dan yang paling penting aku lebih mudah mencari kesenangan bercanda bersama banyak teman. Justru sebaliknya, di kosan aku malah merasa terkekang dengan berbagai pikiran dan perasaan. Ternyata solusinya memang menjaga tingkat spiritual baik dengan tuhan pun juga teman. Dan aku menemukannya di pesantrenku yang sekarang. Malam ini.. aku mau berbagi cerita ke...

Enjoy Your Social Media!

Sorry for my bad English. Just go to the point.. 😊 Well, for me, Uploading photos, video, igtv, ig story, WhatApp story, and others frequently doesn't mean "we can't save our privacy", doesn't mean "we are too exposing ", "we are overdo". I think, it's only our way to contribute something to the improvement of technology (but make sure it's a good influence to post) . It is also our way to show that we are still alive and exist in this world. Because the fact is social media's now being a half of our real life to socialize with other, beside the real world. It's not only defined as cyberspace (dunia maya), social media is also part of real world. And a good influence is not always in a kind of quotes, motivation video, and etc. But sometimes a random post will accidentally  give a positive effect to the viewers. Some people don't need a thousand of wise words to be motivated. They sometimes see our great activities in s...

Obrolan dengan ayah

Adis,  Nikmati perjalananmu... *a very selfreminder for me . Buat setiap keputusan dan tindakanmu menjadi investasi jangka panjang.. . Bapakku sering bilang, mungkin ini juga sering dikatakan oleh bapak-bapak hebat lainnya diluar sana. . "Kalau kamu menanam padi, rumput-rumput akan ikut tumbuh. Tapi kalau yang kamu tanam rumput, padi tidak akan pernah ikut tumbuh" . Aku yang masih duduk dibangku Tsanawiyyah sekedar membenarkan "iya sih" tanpa mengerti bahwa saat itu bapak sedang menganalogikan sesuatu. Lalu bapak meneruskan "tanya bapak dong maksudnya apa" . "Maksudnya pak?" . "Jadi nak, kalau yang kamu kejar akhirat (surga), maka dunia akan mengikutimu. Tapi kalau yang kamu kejar dunia, tidak akan ada pintu surga yang terbuka untuk itu" . "Jadi kita beramal bukan untuk Allah swt?" . "Bukan begitu cara berpikirnya nak, kalau kita percaya adanya surga, berarti kita percaya dan yakin bahwa Allah swt akan ...

First Essay

Utilization of plastic waste to reduce the accumulation of trash The use of plastic and goods plastic-based is increasing as the technology, industry and population is growing fast. In Indonesia, plastic needs continue rising to an average increase of 200 tons per year. As the result of this increase also cause the increase of the plastic waste. Base on BLH (2016) statement “Every day the population of Indonesia produces 0.8 kg of waste for every person or in total as much as 189 thousand tons of waste per day”. Of this amount, Fahlevi (2012) concludes 15% is plastic waste or 28.4 thousand tons of plastic waste per day,. Therefore, societies should utilize plastic waste to reduce the midden in the earth. Firstly, societies could minimize plastic waste by making them into fuel oil, as stated by Budi Surono (2016), one of plastic material is Polymer complex. Polymer complex consists of carbon and hydrogen. As those materials are also the material to produce fuel oil. In addition...