Ayah
Belum pernah sampai saat ini, aku menemukan sosok teladan seperti Ayah. Dari kecil, ada banyak hal tentang ayah yang selalu buat mataku berkaca-kaca tiap kali mengingatnya. Terutama tentang kesabarannya. Pernah suatu hari tepatnya saat aku duduk dibangku kelas 3/4 SD, Ibu sedang marah entah lupa karena apa dan di waktu yang sama ayah akan berangkat kerja. Saat itu pekerjaan ayah adalah tukang foto, bahasa kerennya fotografer. Beliau lagi diundang di acara ulang tahun. Ayah berinisiatif untuk mengajakku. Katanya, biar aku berani dan bisa bersosialisasi dengan orang banyak. Padahal itu bukan acara orang yang aku kenal dan pastinya akan bertemu dengan orang-orang asing. Tapi disitu tantangannya untu melatih keberanianku, ia bilang. Kembali ke Ibu yang sedang marah. Saat aku mau berangkat bersama ayah, ia meminta aku untuk pamit ke Ibu yang sedang ada di dapur. Padahal kondisi ibu saat itu sedang marah. Pastinya aku takut dan menolak permintaannya. Dan beliau bilang "Nak, semarah apap...