Kehidupan di Pesantren Itu Penuh Kebebasan!!
Dua tahun pertamaku kuliah, aku tinggal di kosan dalam satu kamar dengan seorang teman yang penuh dengan kesibukan. Tetangga kamarpun punya kesibukannya masing-masing. Aku merasa kesepian dan mulai mencari jawaban bagaimana agar aku tidak lagi dikondisi sekarang (saat itu). Temanku memberi saran, ternyata pindah ke pondok pesantren adalah satu-satunya jawaban. Awalnya aku dalam keraguan. Karena kata teman-teman suasana pesantren itu mengekang dan tak ada kebebasan. Eh siapa bilang? Ternyata disana lebih menyenangkan bahkan justru menemukan kebebasan. Kebebasan untuk mengasah skill, kebebasan untuk belajar, berteman dengan siapa saja, dan yang paling penting aku lebih mudah mencari kesenangan bercanda bersama banyak teman. Justru sebaliknya, di kosan aku malah merasa terkekang dengan berbagai pikiran dan perasaan. Ternyata solusinya memang menjaga tingkat spiritual baik dengan tuhan pun juga teman. Dan aku menemukannya di pesantrenku yang sekarang. Malam ini.. aku mau berbagi cerita kehidupanku di pesantren kepada kalian,
Suara dzikir tengah malam.
Santri memulai kegiatan pondok dengan sedikit terkantuk-kantuk ditambah lagi dengan hawa subuh yang dingin. Mereka saling mengingatkan dan mengajak pada kebaikan.
Kegiatan wajib dimulai dengan sholat subuh berjemaah. Setelah sholat subuh, kami membaca dzikir bersama-sama walau masih sambil terkantuk-kantuk. Tapi itu nikmat banget, tidur bangun tidur bangun sambil duduk, nikmat banget eh rasanya. Setelah dzikir pagi, dilanjutkan dengan membaca Ratibul Haddad dan masih dengan kondisi yang sama, beberapa santri masih menikmati kantuknya. Saat pembacaan dzikir ini selesai, mereka yang terlelap semacam auto melek dan mulai mundur menjaga jarak dengan Ustad yang tadinya menjadi Imam sholat kami.
Kegiatan berikutnya adalah Setoran hafalan. Ustad akan menyimak sementara kami segera mengantri untuk bergantian menyetorkan hafalan.
Jam 05.45 kami sudah diperbolehkan kembali ke kamar. Sebagian dari kami bersiap untuk berangkat kuliah, sebagian yang lain melakukan aktivitasnya masing-masing. Ada yang menyiapkan hafalan Qur'an, nugas, mencuci baju, yang tidur ada juga sih.
Kegitan pondok dimulai kembali saat adzan magrib berkumandang. Sama seperti di waktu subuh, sholat maghrib dan Isyak berjemaah lengkap dengan dzikirnya adalah wajib hukumnya di Pesantren kami. Kalau sampai 3 kali tidak sholat berjemaah tanpa udzur selama 2 minggu, positif tuh positif banget bakal kena iqob (hukuman). Disela waktu antara magrib dan Isyak, kami juga wajib mengikuti kegiatan ta'lim kitab. Kitabnya bermacam-macam setiap hari. Beberapa diantaranya adalah kitab-kitab tafsir, kitab tentang adab penghafal Qur'an, dan kitab lain yang memperkuat ilmu kami sebagai calon penghafalan Qur'an, Insya Allah. Aamiin.. Mohon do'anya teman-teman...
Seusai dzikir Isyak, beberapa santri melakukan sholat sunnah ba'da Isyak. Beberapa yang lain, kembali ke kamar masing-masing. Kami memiliki kurang lebih 1 jam jeda tanpa kegiatan. Biasanya kami memanfaatkannya untuk nugas dan juga menghafal Al-qur'an. Jam 20.00 WIB kami harus sudah berkumpul dan menyetorkan hafalan kepada ustad dan ustadzah. Kegiatan setoran malam berakhir pada jam 22.00 wib.
Itu adalah serangkaian kegiatan harian kami. Selain itu, kami juga memiliki kegiatan mingguan. Ada jadwal masak, setiap santri kebagian untuk (belajar) masak secara berkelompok. Kegiatan yang lain adalah Halaqoh Ilmiah, Roan (kerja bakti), Khotmil Qur'an, latihan Qiroah, dan Sholawat Banjari.
Selain kegiatan mingguan, kami juga memiliki kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan. Yang pertama ada Sima'an per 5 juz bil ghoib (membaca Al-qur'an 5 juz tanpa melihat Al-qur'an). Ustad kami akan menunjuk 5 orang. Tiap orang mendapat 1 juz untuk dibacakan. Kegiatan bulanan yang kedua adalah Masrokhiyah Billingual (penampilan-penampilan dengan bahasa Arab dan bahasa Inggris). Setiap santri akan mendapatkan bagian tampil dengan kelompok yang sudah ditentukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah mental dan skill kita dalam berbahasa arab serta berbahasa inggris. Selain itu, penampilan-penampilan tersebut juga bertujuan untuk menghibur santri ditengah-tengah penatnya kegiatan yang cukup padat.
..
Ya begitulah kehidupan pondok pesantrenku. Ia memang bukan surga tempat orang-orang baik berkumpul. Tapi disana tempat orang-orang yang memiliki niat dan tekad baik untuk saling mengingatkan pada kebaikan.
Sebelum tinggal di Pesantren, aku selalu bermimpi bahwa disana kita akan jauh dari godaan setan yang melemahkan iman. Tapi ternyata mereka memang diciptakan untuk menggoda iman manusia dimana saja, tak terkecuali di Pondok Pesantren. Kehidupanku di Pesantren mungkin tak sesempurna mimpiku, tapi juga tak seburuk kenyataannya. Tidak semua santri baik, tapi kamu akan menemukan banyak teman yang mungkin belum sempurna baik tapi tak lelah mengingatkanmu selalu pada kebaikan. Disana kamu juga akan bertemu dengan guru-guru yang ikhlas mengajarimu ilmu dan terus menasihatimu ketika kamu mungkin berbuat salah. Yuk mulai kebaikan itu dari diri kita sendiri dan sebarkan pada teman-teman kita.
Bagi teman-teman yang sedang berjuang, cobalah mulai mengapresiasi diri dengan syukur karena sudah berjuang sajauh ini. Dan mari terus bermuhasabah untuk membenahi yang kurang benar dari diri kita. Nikmatnya hidup di lingkungan pesantren. Bukan cuma otak yang dinutrisi tapi juga hati. Yuk ah nyantri !
Suara dzikir tengah malam.
Santri memulai kegiatan pondok dengan sedikit terkantuk-kantuk ditambah lagi dengan hawa subuh yang dingin. Mereka saling mengingatkan dan mengajak pada kebaikan.
Kegiatan wajib dimulai dengan sholat subuh berjemaah. Setelah sholat subuh, kami membaca dzikir bersama-sama walau masih sambil terkantuk-kantuk. Tapi itu nikmat banget, tidur bangun tidur bangun sambil duduk, nikmat banget eh rasanya. Setelah dzikir pagi, dilanjutkan dengan membaca Ratibul Haddad dan masih dengan kondisi yang sama, beberapa santri masih menikmati kantuknya. Saat pembacaan dzikir ini selesai, mereka yang terlelap semacam auto melek dan mulai mundur menjaga jarak dengan Ustad yang tadinya menjadi Imam sholat kami.
Kegiatan berikutnya adalah Setoran hafalan. Ustad akan menyimak sementara kami segera mengantri untuk bergantian menyetorkan hafalan.
Jam 05.45 kami sudah diperbolehkan kembali ke kamar. Sebagian dari kami bersiap untuk berangkat kuliah, sebagian yang lain melakukan aktivitasnya masing-masing. Ada yang menyiapkan hafalan Qur'an, nugas, mencuci baju, yang tidur ada juga sih.
Kegitan pondok dimulai kembali saat adzan magrib berkumandang. Sama seperti di waktu subuh, sholat maghrib dan Isyak berjemaah lengkap dengan dzikirnya adalah wajib hukumnya di Pesantren kami. Kalau sampai 3 kali tidak sholat berjemaah tanpa udzur selama 2 minggu, positif tuh positif banget bakal kena iqob (hukuman). Disela waktu antara magrib dan Isyak, kami juga wajib mengikuti kegiatan ta'lim kitab. Kitabnya bermacam-macam setiap hari. Beberapa diantaranya adalah kitab-kitab tafsir, kitab tentang adab penghafal Qur'an, dan kitab lain yang memperkuat ilmu kami sebagai calon penghafalan Qur'an, Insya Allah. Aamiin.. Mohon do'anya teman-teman...
Seusai dzikir Isyak, beberapa santri melakukan sholat sunnah ba'da Isyak. Beberapa yang lain, kembali ke kamar masing-masing. Kami memiliki kurang lebih 1 jam jeda tanpa kegiatan. Biasanya kami memanfaatkannya untuk nugas dan juga menghafal Al-qur'an. Jam 20.00 WIB kami harus sudah berkumpul dan menyetorkan hafalan kepada ustad dan ustadzah. Kegiatan setoran malam berakhir pada jam 22.00 wib.
Itu adalah serangkaian kegiatan harian kami. Selain itu, kami juga memiliki kegiatan mingguan. Ada jadwal masak, setiap santri kebagian untuk (belajar) masak secara berkelompok. Kegiatan yang lain adalah Halaqoh Ilmiah, Roan (kerja bakti), Khotmil Qur'an, latihan Qiroah, dan Sholawat Banjari.
Selain kegiatan mingguan, kami juga memiliki kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan. Yang pertama ada Sima'an per 5 juz bil ghoib (membaca Al-qur'an 5 juz tanpa melihat Al-qur'an). Ustad kami akan menunjuk 5 orang. Tiap orang mendapat 1 juz untuk dibacakan. Kegiatan bulanan yang kedua adalah Masrokhiyah Billingual (penampilan-penampilan dengan bahasa Arab dan bahasa Inggris). Setiap santri akan mendapatkan bagian tampil dengan kelompok yang sudah ditentukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah mental dan skill kita dalam berbahasa arab serta berbahasa inggris. Selain itu, penampilan-penampilan tersebut juga bertujuan untuk menghibur santri ditengah-tengah penatnya kegiatan yang cukup padat.
..
Ya begitulah kehidupan pondok pesantrenku. Ia memang bukan surga tempat orang-orang baik berkumpul. Tapi disana tempat orang-orang yang memiliki niat dan tekad baik untuk saling mengingatkan pada kebaikan.
Sebelum tinggal di Pesantren, aku selalu bermimpi bahwa disana kita akan jauh dari godaan setan yang melemahkan iman. Tapi ternyata mereka memang diciptakan untuk menggoda iman manusia dimana saja, tak terkecuali di Pondok Pesantren. Kehidupanku di Pesantren mungkin tak sesempurna mimpiku, tapi juga tak seburuk kenyataannya. Tidak semua santri baik, tapi kamu akan menemukan banyak teman yang mungkin belum sempurna baik tapi tak lelah mengingatkanmu selalu pada kebaikan. Disana kamu juga akan bertemu dengan guru-guru yang ikhlas mengajarimu ilmu dan terus menasihatimu ketika kamu mungkin berbuat salah. Yuk mulai kebaikan itu dari diri kita sendiri dan sebarkan pada teman-teman kita.
Bagi teman-teman yang sedang berjuang, cobalah mulai mengapresiasi diri dengan syukur karena sudah berjuang sajauh ini. Dan mari terus bermuhasabah untuk membenahi yang kurang benar dari diri kita. Nikmatnya hidup di lingkungan pesantren. Bukan cuma otak yang dinutrisi tapi juga hati. Yuk ah nyantri !
Komentar
Posting Komentar